Thursday, June 23, 2016

Belajar Nge Pop Art

Pop art?
Istilah apa itu? Makanan?
Hahahah. Bukan lah.

"Pop art is an art movement that began in the U.S. in the 1950s and reached its peak of activity in the 1960s, chose as its subject matter the anonymous, everyday, standardized, and banal iconography in American life, as comic strips, billboards, commercial products, and celebrity images, and dealt with them typically in such forms as outsize commercially smooth paintings, mechanically reproduced silkscreens, large-scale facsimiles, and soft sculptures." (wikipedia)
Ciri desain pop art yaitu menggunakan permainan warna komplemen yang tegas. Seniman pop art yang terkenal, salah satunya yaitu Andy Warhol, seniman Amerika, dan Wedha Abdul Rasyid yang dikenal sebagai bapak ilustrator Indonesia.

Jadi, kemarin tuh aku stalking stalking timeline media sosial, kemudian tertarik sama pop art bikinannya +Kolby Art . Nah, iseng-iseng main juga ke youtube nya, ternyata ada video tutorialnya loh. Akhirnya aku tonton berulang-ulang sambil nyoba bikin juga. Susah-susah gampang sih. Harus telaten juga pas nyobanya. Apalagi nyari objek yang mau di pop art in, yang kaca mata pula, buat nyamain sama tutorial, biar memudahkan gitu. Hehe. Akhirnya nemu foto mas di facebook, yaudah sih jadi 'kelinci percobaan' pop art yang pertama. Hahaha. Anyway, akhirnya selesai juga setelah 2 jam an bikin. Lumayan lah ya buat pemula muji diri sendiri. hahaha.


Makasih mas Kolby atas tutorialnya dan terima kasih mas, sudah mau jadi objeknya. Hahaha

Thursday, February 11, 2016

Kapan?




"Udah punya pacar belom?"
"Kapan nikah?"
"Pacarannya apa gak kelamaan tuh, kok gak nikah-nikah, keburu ilang loh!"
"Emang enak ya LDR?"

*Deep breath. Inhale. Exhale*

Sebel gak sih ditanyain topik yang sama berulang kali. Setiap ketemu teman lama, saudara, atau siapapun (eh gak semuanya juga sih) pasti tanya nya seputaran itu. Aku bingung mau jawab yang kayak gimana lagi. Pada akhirnya, jawabnya cuma "doain aja ya, yang terbaik", sambil nangis mringis. Miris.

Sunday, January 3, 2016

2015



Gak terasa sekarang sudah tahun 2016. Sudah hampir 1 tahun 11 bulan aku merantau ke ibukota. Banyak kenangan dan pengalaman baru yang aku dapatkan selama di sini. Rencananya sih, postingan ini mau ngereview ulang apa yang sudah aku lakukan dan rasakan selama tahun 2015. Bukannya gak mau move on sama kenangan silam apalagi kenangan mantan tapi sebagai sarana intropeksi diri buat lebih baik ke depannya. Aheey :)

And here we go... Alhamdulillah banyak banget wish list yang tercapai tahun ini. Diantaranya adalah traveling ke luar Pulau Jawa pake uang sendiri setelah nabung beberapa bulan tentunya, yaitu ke Pulau Bangka, singgah ke rumah Utami ngabisin makanan minta nemenin muter-muter Pulau Bangka. Thanks, tam :) . Setelah itu, bisa mendaki lagi, yah walaupun cuma sampai eRKa alias Ranu Kumbolo, yang berakibat pada ibu yang khawatir karena anak kesayangannya gak bisa dihubungi selama 2 hari gegara susah sinyal. Padahal sudah pamit loh jauh-jauh hari dan sebelum berangkat, tapi tetep aja yang namanya orang tua kan ya :p . Selain itu juga berefek pada ngambeknya pacar karena pamitannya mendadak padahal sebelumnya jauh-jauh hari juga sudah pamitan, tapi dikira cuma bercanda doang. Tapi abis itu akur lagi kok. Hahaha. Dan yang paling awkward banget adalah pacar baru nya mantan yang rese’ ngechat facebook nuduh-nuduh marah ga jelas gegara permintaan pertemanannya yang gak juga aku approve. Ah elaah mbaak, ketemu aja belum, kenal aja kagak, bahkan ngeblock aja kagak, tapi dikira ngeblock. Emangnya mau apa sih maksa pertemanan di akun media maya? stalking? Wong sudah gak ada apa-apa kok.  Tapi akhirnya kelar juga sih. Bahkan dari sisi ini, kedewasaan dalam berpikir diperlukan juga loh.

Di tahun ini, ada beberapa hal yang mengejutkan. Selain ngalamin yang namanya kebahagiaan, pasti juga ngalamin kesedihan kan ya. Kehilangan. Ya, aku kehilangan 2 orang yang aku sayang, yang kalau pulang, aku sempet-sempetin berkunjung ke rumahnya; yang kalau di sana, mesti diceritain ini itu terus ditanya gimana sekolahnya dapet ranking berapa; dan mereka sangat excited sama kunjunganku walaupun pada awalnya mereka lupa-lupa inget aku anaknya siapa. Iya, kakek dan nenekku. Semoga kalian diterima dengan baik di sisi-Nya. Amiin.