Tuesday, November 15, 2016

Tersenyum dan Bernafaslah

 
Semakin kesini semakin menyadari kalau ada banyak sekali hal terlewatkan untuk disyukuri. Bernafas dengan normal misalnya. Seperti ya itu, nafas tanpa harus mikir, kayak biasanya, kayak orang normal pada umumnya. Terkena diagnosa sebagai penderita aritmia pada awalnya bukan hal yang menyebalkan. Kamu "hanya" merasakan sensasi jantung berdetak tidak seperti biasanya, kadang "skip", terlalu pelan, atau bahkan terlalu cepat dalam hitungan sekian detik. Tapi, efek yang timbul kalau sedang tidak normal yaitu sensasi ingin pingsan, penglihatan tiba-tiba gelap, pusing, otot menegang, badan lemas tapi kaku sampai kadang tangan gerak sendiri tanpa kita sadari, bahkan sampai susah bernafas. Sekian efek tersebut berdasarkan apa yang aku alami dan bisa berbeda tergantung masing-masing individu. Hal itu yang aku rasakan, dan tentu berbeda dengan apa yang orang lain lihat. Orang lain mungkin hanya melihat aneh kalau aku tiba-tiba memejamkan mata atau tiba-tiba jongkok. Semacam blessing in disguise yak, seperti tidak ingin memperlihatkan rasa sakitmu pada orang lain. Hahaha. Walaupun pada kenyataannya, hal tersebut agak "membatasi" ruang gerakku, seperti lebih khawatir kalau kemana-mana sendiri, menghindari dingin, mandi pun pakai air hangat untuk mengurangi kerja jantung yang berlebihan, tidur lebih cepat, makan lebih banyak karena kerja jantung yang lebih berat, dan lain sebagainya. Bahkan dokter pun melarang untuk lari dan melakukan aktivitas fisik yang berat. Seperti lebih menghargai diri sendiri walau kadang dikira jadi terlalu memanjakan diri sendiri. Tapi ya gimana sih ya, kenyataannya begini. Padahal dulu jalan 5 kiloan juga kuat, pulang pergi jakarta-solo pas weekend juga kuat. Tapi yaaaah, bersyukur lah masih bisa bertahan sampai saat ini.

Kata dokter, aritmia terjadi karena abnormalitas impuls listrik yang berada pada jantung. Aritmia timbul terkadang pada waktu waktu yang tidak dapat diprediksi. Bisa saat duduk, tiduran, berdiri, terserah dia. Tiba-tiba aja gitu. Salah satu cara untuk menangani aritmia yaitu dengan pemberian obat anti aritmia , melakukan pola hidup sehat, dan ablasi. 

Bila obat anti aritmia sudah tidak mempan, jalan satu-satunya yaitu operasi ablasi. Ablasi merupakan suatu tindakan operasi untuk mengatasi gangguan irama jantung atau aritmia dengan menggunakan kateter yang dimasukkan ke dalam ruang dalam jantung, dan kateter dihubungkan dengan mesin khusus yang memberikan energi listrik untuk memutus (membakar) jalur konduksi tambahan ataupun fokus-fokus aritmia yang menyebabkan ketidaknormalan irama jantung. ( sumber : wikipedia). Sebelum itu, kita diwajibkan cek darah, ekg, holter, echo, eps, baru kemudian ablasi.
 
Sekarang aku tinggal menunggu hari untuk proses ablasi tersebut. Doakan semua lancar dan semoga ini yang terbaik untuk semua. Satu hal yang pasti saat menunggu proses ini, aku kembali diingatkan bahwa bersyukurlah atas semua yang terjadi. Dukungan orang tua, keluarga, dan teman sangat berarti disaat mental terkadang ingin menyerah. Terima kasih kalian sudah menguatkan :)

Bersabar, tersenyum, dan bernafaslah dengan baik.  :D

No comments:

Post a Comment