Sunday, August 9, 2015

Pulang


Pada akhirnya, kita akan menginginkan pulang.
Sejenak melepas rindu di dada,
yang selama ini hanya terselip dalam untaian doa.
Atau mungkin, 
untuk mencoba membangkitkan kembali kenangan,
yang selama ini terpendam di pikiran.
Pun bila hanya ingin sejenak melepaskan  penat di keseharian.
Karena dengan 'pulang'lah, alasan itu terobati.
 
Pulang. Hal ini merupakan salah satu momen yang ditunggu-tunggu, terutama bagi anak rantau seperti saya. Bahkan di awal-awal saya berada di kota orang, rasanya pengen pulaang aja. Bagaimana enggak, saya masih ternigang-ngiang aktivitas pagi sama keluarga. Bagaimana kita, saya dan saudara saya, saling berebutan cerita di pagi hari, di sela-sela minum teh dan sarapan bersama. Pun di sore hari, pada saat berkumpul menunggu azan magrib. Kala itu, walaupun terlihat sederhana, namun terasa menyenangkan.


Iya, saya rindu. Saya merindukan momen bersama keluarga. Lengkap. Saya rindu bau masakan ibu saya, rindu aroma teh bapak saya, rindu saat ngobrol bareng kakak dan adik saya. Dan untuk saat ini, bahkan untuk ngobrol langsung pun hanya saat pulang saja. Selain itu, otomatis hanya melalui telepon dan yang jelas tidak sebebas kalau langsung. 

Saya termasuk anak yang cerewet kalau lagi ngobrol sama Bapak maupun Ibu saya, seolah-olah saya ingin mereka tahu apa yang  saya alami pada hari itu. Tentu dengan mengurangi hal-hal yang ngomongin sifat orang lain ya. Ceritanya lebih seputar tentang saya, tentang ambisi saya, mimpi saya, dan pengalaman saya tentunya. Kalau tentang pengalaman sih lebih sering tentang kelalaian saya, saya yang nyasar atau apalah. Iya, terkadang saya egosentris sekali ya. Hahaha. Dan hal yang paling saya sukai setelah saya bercerita yaitu rasa nyaman, selain itu, bonus wejangan ataupun gelak tawa dari mereka. 

Pada awalnya, saya memang tidak mau merantau. Tidak mau jauh-jauh dari rumah. Dulu, Bapak saya bilang, kalau tidak merantau, wawasan dan pengalaman menghadapi orang baru dan lingkungan baru tidak akan  bertambah. Jadi, akhirnya saya mulai mencari lowongan kerja yang di luar kota. Kota pertama yang saya datangi untuk bekerja yaitu di Malang. Sekarang, saya pindah ke Jakarta. Namun, tetap saja, masih ingin pulang.  

Hari ini belum genap sebulan dari terakhir saya pulang lebaran kemarin. Rasanya liburan kemarin belum cukup buat mengobati rindu saya. Saya memang tidak bisa lama-lama dari rumah rupanya, tempat di mana saya menghabiskan masa kecil saya dan membentuk diri saya yang sekarang. 

Puzzle-puzzle kenangan sudah mulai muncul di pikiran saya membuat saya ingin melakukannya lagi. Jadi, kapan pulang lagi ya? *mulai mencari-cari tiket.

No comments:

Post a Comment