Thursday, November 20, 2014

Napak Tilas ke Stasiun Lampegan

Ada yang tahu di mana stasiun Lampegan? Bukan. Bukan nama stasiun krl di Jabodetabek. Bukan pula nama stasiun di daerah Soloraya. Udah nyerah gak tau di mana letaknya ya? Oke deh. Aku kasih tahu. Stasiun Lampegan terletak di Desa Cibokor, Cianjur, Jawa Barat. Stasiun ini dilewati oleh Kereta Api Siliwangi jurusan Sukabumi - Cianjur.

Di dalam stasiun ada ruang tunggunya loh. Bersih tempatnya :)
Lah, ngapain jauh-jauh ke Cianjur, Ntun?
Well, What makes me so excited to go to Cianjur are i want to know more about this station and Padang Mountain. Dibela-belain ikut open trip dengan perjalanan dari jam 8 pagi sampai jam 1 siang baru nyampe Cianjur loh. Tapi kalo di akumulasi dari jam berangkat dari kosan, aku dan temen-temen berangkat jam 5an pagi, naik busway ke meeting point. Oke, fokus ke topik.


Menurut sejarah, Stasiun Lampegan dibangun pada tahun 1879. Yang bikin unik, di deket stasiun itu ada terowongan yang selesai dibangun pada tahun 1882. Terowongan ini merupakan terowongan pertama yang di bangun di Jawa Barat pada masa pemerintahan Belanda. Pada awalnya, panjang terowongan ini yaitu sekitar 686 meter, namun sempat roboh karena longsor pada tahun 2001. Setelah diperbaiki, panjang terowongan tersebut menjadi sekitar 415 meter saja. Terowongan ini mulai diaktifkan dan beroperasi kembali pada tahun 2010. 
Kereta api jugijakijug. Beruntung banget bisa liat dan potret dari dekat.
 Anyway, relnya miring. Gak sama rata. Jadi, keretanya agak miring ke kanan. Agak ngeri juga sih.


Kenapa disebut lampegan? 
Menurut Kurnadi (64) salah seorang penduduk setempat, nama terowongan berasal dari bahasa percakapan orang Belanda ketika kereta api memasuki terowongan. "Setiapkali ada kereta yang akan masuk ke dalam terowongan, baik dari arah Cianjur maupun Sukabumi, kondektur spur selalu meneriakan ‘steek Lampen aan!’ yang berarti nyalakan lampu, dan ditelingan kita (orang Sunda) terdengan seperti kata lampegan,” ujar Kurnadi.  sumber
Aku sih sempet nyoba melewati terowongan Lampegan. Hawa yang agak pengap, minim cahaya, ditambah gemericik air menambah was-was di hati. Takut terpeleset sih. Soalnya salah pake sepatu. Doh!
Foto Terowongan dari dalam terowongan


Bagian depan terowongan setelah melewati terowongan dari stasiun

It was so exciting. Perjalanan yang cukup menguras kesabaran gara-gara perjalanan yang panjang terbayar dengan menikmati pemandangan yang memikat mata. Di kanan kiri ijooo. Sudah lama gak liat yang ijo-ijo saat di Jakarta. Apalagi ditambah liat langit biru. Aku sukaaa. *jingkrakjingkrak. Hahaha.

Itu ceritaku tentang Stasiun Lampegan. Bagaimana dengan anda? :)

No comments:

Post a Comment