Friday, August 9, 2013

(mem)Buta(kan)?


source: google
 Aku belum tahu arti pengorbananku padamu, yang kutahu, ini belum seberapa dibanding perjuangan orangtuaku membesarkan aku, itu yang kusebut pengorbanan.

Entahlah, apa bisa kusebut usahaku selama ini untuk mempertahankan "kita" bisa disebut perjuangan.  Aku berusaha mencuri waktu, mengurangi ego, menahan penat, dan menekan rasa. Pun demikian sebaliknya. Kamu pun demikian, hanya untuk mempertahankan kita. Kita yang sama-sama yakin semua akan indah pada waktunya. Kita yang sama-sama percaya kalau kita akan bersama.


Kita. Aku dan kamu. Masing-masing dari kita berbeda. Cukup berbeda. Entah apa dulu yang membuat aku dan kamu pada akhirnya sepakat untuk memutuskan berusaha untuk menjadi "kita". Aku sering bertanya padamu kenapa. Kamu pun tak jarang menanyakannya pula.


Tapi, kita lupa, pada suatu titik yang bernama menyerah. Saat aku menyangkal hati  nurani, saat kamu berkompromi dengan hati. Saat kita mempertahankan ego masing-masing dari  kita, saat kita lupa akan esensi untuk apa kita berusaha.

Waktu yang akan menjawab, apakah memang aku dan kamu akan menjadi kita atau hanya menjadi sekeping kisah masa lalu menuju kedewasaan.

Waktu yang akan menjawab, apakah untuk menjadi "kita" itu benar-benar membutakan atau benar-benar esensi dari perjuangan.

Ya, waktu yang akan menjawab apakah kita benar-benar berjuang menjadi seperti yang kita inginkan atau kita hanya berproses dalam kesia-siaan.

Aku,
yang sampai sekarang terus berusaha untuk menjadi kita

7 comments:

  1. NEVER GIVE UP!!!!

    I will support vo ur relationship :D

    ReplyDelete
  2. kudoakan semoga kamu bahagia nak....

    ReplyDelete
  3. Dulu, jika “aku” adalah “aku” dengan satu tempat, tanpa ada intervensi.
    Namun kini, “aku” menjadi “kita” dalam satu tempat, namun saling mengintervensi.
    harusnya , dulu dan kini tidaklah berbeda, yang membuatnya jadi bahan pertanyaan adalah “kemudian”….
    “Love is life.

    Hehe..Apa kbr intan

    ReplyDelete
    Replies
    1. dulu dan kini tidaklah berbeda, yang membuatnya jadi bahan pertanyaan adalah “kemudian” #dalembanget :)
      Alhamdulillah sae maass. km apa kabar? ngilang tak ada kabar ditelan antah berantah? haha #akulebay :)

      Delete
  4. Alhamdulillah sehat.
    Hahaha..Yups,skrg terdampar di negeri antah berantah.
    Mengejar bintang terang dalam hidup, berproses menjalani dan menjawab "kemudian".
    Hehehehe....

    ReplyDelete