Saturday, April 13, 2013

Kotak Senyumku

source

Aku punya seorang teman. Panggil saja dia si kotak senyum. Bukan karena dia selalu bahagia setiap waktu. Bukan karena itu aku memanggilnya. Dia sama seperti yang lain, manusia biasa dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Kesedihan? Dia juga pernah merasakannya. Kekecewaan apalagi. Tapi, sekali lagi, bukan karena dia dengan mudah menyembunyikan apa yang dia rasakan, bukan karena itu aku memanggilnya seperti itu. 




Saat bersama dia, aku pun tak jarang merasakan beratnya perjuangan untuk bisa bertahan beradaptasi menghadapi dunia. Bahkan, dulu, aku pun pernah merasa dikecewakan karenanya. Jadi, bukan karena itu aku memanggilnya dengan sebutan seperti itu. Iya, its hard to give a reason why i call him like that. Entahlah. Bahkan dalam kecewaku dulu, aku juga masih bisa tersenyum melihatnya. Tapi tetap saja, aku tak sepintar dia menyembunyikan apa yang dia rasakan. Bahkan dalam senyumku, dia masih bisa melihat perbedaan gestur tubuh dan mukaku. Ah, dia terlalu peka atau aku yang tak bisa berpura-pura. Ya, berpura-pura kalau semua baik-baik saja. 

Tapi tetap saja, aku suka memanggilnya si kotak senyum. Dia seakan tidak pernah kekurangan senyum untuk menghiasi wajahnya. Saat bertemu denganku misalnya. Dia tak pernah mengeluh saat berada di sisiku, seberapa pun membosankan dan menyebalkannya aku. Bahkan dia tak pernah menyela apapun pembicaraanku, walau kuakui terkadang aku suka out of control kalau cerita. Tetap saja dia memperhatikan dan menghadiahiku senyuman sama yang aku suka, seperti biasanya.

Ya, dia si kotak senyumku. Seseorang yang pernah ada di kehidupanku saat ini. Entah, sampai kapan lagi dia mampu bertahan menghadapi aku. Entahlah. Yang jelas, saat ini, aku tidak ingin dia pergi lagi. But, who know what will happen tomorrow, right? Entahlah. 

Hai, si kotak senyumku, apa kabarmu hari ini? :)

2 comments:

  1. Wah, kamu jahat yaw..
    menganggap manusia seperti kotak...:(

    ReplyDelete