Sunday, January 6, 2013

Sunday's Absurd Mind Conversation

+ then, why u do this?
~ i dont know, i just do what i want to do.
+ pathetic



Pernah gak sih kamu ngerasa sayang? Sayang yang bener-bener sayang? In this case, in human relationship lho ya. Iya, selain sayang keluarga tentunya. Entahlah, tapi aku sayang. Entahlah, akan seperti apa takdir akan menuntun kita.

Sayang seperti apa? Bukankah itu cuma nafsu? Ya, nafsu untuk saling memiliki.

Entahlah, aku hanya ngerasa nyaman aja kalo bersama. Dan aku ingin selalu bersamanya. Dan entah kenapa aku merasa sedikit cemburu bila dia dekat yang lain. Merasa aneh. Padahal aku belum jadi siapa-siapa selain temannya.

Bukankah sayang itu tentang saling membebaskan? Bukankah sayang itu tentang rasa percaya? Bukankah sayang itu tentang komunikasi yang baik? Bukankah sayang itu tentang belajar pemakluman? Bukankah sayang itu tentang belajar memberi dan meminta maaf? dan bukankah sayang itu tentang pemahaman? Kamu baru di tahap ini sudah seperti itu, bagaimana nanti?

Kalau begitu apa aku egois?

In this context, this is not right time for you. You're not mature enough to face this. Beside, there are some reasons why you dont have to do this kind relationship now.

Kata orang, semua awalnya awam dalam masalah ini. Dan pemahaman ini menjadi berbeda setiap orang tergantung pola pikir dan lingkungan. Bukankah kita harus melalui setiap proses kehidupan agar bisa berubah menjadi "dewasa dan lebih baik" versi kita?

Kamu gak perlu harus melalui setiap proses kehidupan ini. Kamu bisa belajar dan mengevaluasi dari setiap kisah orang lain. Beside, kamu gak perlu memegang kalo api itu panas kalau orang lain pernah merasakannya, kan?

Bagaimana kalo pada akhirnya dia akan berpaling? dan bagaimana kalau saya akhirnya menyesali keputusan yang sekarang?


Keputusan dan konsekuensi itu sudah sepaket. Kamu gak bisa menghindarinya. Pasti ada resiko disetiap keputusan yang diambil. Jadi, jangan pernah menyesali keputusanmu. Apapun itu. Kalau kamu ikhlas menjalaninya, kamu telah melewati parameter kedewasaan.
Kalau masalah dia akan berpaling atau tidak, itu juga keputusan dia kan. Kamu harus menghormatinya juga. Pada akhirnya, kamu akan memahami juga, kalau menunggu itu bukan hal yang mudah dan sederhana.


Jadi apakah aku harus menunggu waktu yang tepat? Lalu, apa parameter kalo waktu itu dikatakan sebagai waktu yang tepat? Dan bagaimana kalau aku terlambat menyadarinya?

Bersabarlah. Mungkin kamu perlu menemui beberapa orang dalam hidupmu yang akan mengajarkanmu tentang arti kehidupan, tentang sayang, senang, bahagia, sedih, dan kecewa. Itulah yang akan mendewasakanmu. Percayalah, rencana Tuhan itu yang terbaik dan terindah. Dan tunggulah, waktu itu tidak akan datang terlalu cepat ataupun terlambat. Berusahalah memantaskan dirimu. Buat dirimu pantas buat disandingnya kelak. Dan kelak, dia yang benar-benar tepatlah yang akan mendampingimu. Thats life. Its bittersweet :)
Saya memang gak bisa memaksa anda menunggu saya.
Saya bisa apa? 
Yang jelas, 
with or without me, u have to be BETTER person. 
and let the time answer it. 
:') 
#you

No comments:

Post a Comment