Friday, August 10, 2012

Hidup Itu Tentang Pilihan

Yup, life is all about choice..

Dan itu pasti. Seringkali aku dihadapkan pada beberapa pilihan yang membuat aku harus berpikir lebih keras dalam mengambil keputusan. Dan dalam mengambill keputusan itu, aku merasa dibayang-bayangi oleh satu ketakutan, bagaimana jika keputusan yang aku ambil ini salah? Thats gonna be very dissappoint me and i gonna regret it.

Dilema yang kuhadapi saat ini yaitu tentang masa depan. Benar memang, masa depan itu teka teki, takdir kita sudah ditentukan. Aku mengamininya. Tapi, apakah kita hanya berdiam diri tanpa usaha untuk mencari tahu apa sih takdir kita? dan bukankah takdir itu bisa diubah kalau kita mau mengubahnya?

Between Dream, Priority, and Reality

Aku pernah bermimpi. sering malah. Dari kecil aku punya impian pengen jadi guru, kemudian berubah menjadi duta besar di kedubes supaya bisa mengunjungi negara-negara lain.
Aku belajar tekun supaya bisa menggapai impianku itu. Belajar hingga terkadang melupakan lingkungan sekitarku. dan sekarang aku merindukannya. Really miss it. Aku rindu TPA di masjid, aku rindu kemah, aku rindu permainan seperti gobak sodor, aku rindu mencari kepik bareng bapak, dan aku rindu masa-masa sekolahku. Dan terkadang aku menyesal, mengapa dahulu aku tidak begini, tidak begitu. Ah itu masa lalu. Hingga aku sekerasnya memohon pun, aku tak bisa kembali ke masa itu. Yang penting adalah bagaimana bisa berdamai dengan masa lalu, menjadikannya kenangan dan pelajaran tanpa melupakannya.


Kenyataannya, sekarang aku adalah lulusan ilmu perpustakaan. Awalnya sih, orang tua yang menyuruhku mengambil jurusan itu. In this moment, i cant choose what i want. Well, because my parents. Aku hanya ingin buat ortu bahagia. Karena ridho Allah SWT, tergantung ridhonya orang tua. Tapi, setelah masuk ke dunia perkuliahan pun, aku mulai menyukainya. Banyak hal yang bisa didapatkan dari sana. Dan aku mulai bermimpi lagi, suatu saat aku akan menjadi pustakawan yang excellent service, yang bisa melayani costumer/ pemustaka dengan pelayanan yang memuaskan. Senang rasanya bisa melihat senyum bahagia orang lain yang kita bantu. Senang rasanya bisa membantu mereka. Dan aku mulai membayangkan lagi aku bekerja di ALA (American Library Association). That would be very nice :D

Pada Februari-April lalu, aku magang di perpustakaan Universitas Muhammadiyah Malang. Disana aku juga dapat banyak teman baru yang punya soul seorang traveler. And i do like them. Dan itu semakin membuatku ingin menjelajahi setiap jengkal tanah Indonesia ini. Sounds Interesting, right? :D 
But, the little problems appears. 
I have to go back in Solo, finishing what i have to finish. Nyelesein TA, dan urusan wisuda. Dan setelah selesai ngurus ini itu, sekarang tinggal nunggu wisuda besok september.

And the priority are...

Yep, i have to work after i have graduated. And now, i still looking for a job which same with my passion. Padahal, sebenarnya ijazah belum keluar -__-", but my parents (Again) little press me. Oh my..
Kenyataannya adalah, sebenarnya aku bulan kemaren udah dapet panggilan kerja. Udah lolos sampai tahap kedua, dan pada saat tahap ketiga, aku dilarang berangkat oleh ortu. Oh, my, what is it mean. -__-", Jujur, pada saat ini aku masih belum bisa mengambil keputusan sendiri. Semua tergantung orang tua. Bukannya tidak mau dan tidak bisa, tapi orang tua. Dan aku tidak bisa menolak karena nanti dianggap tidak berbakti. Lagipula, salah satu impianku adalah membuat mereka bahagia. Ah, life sometimes is so funny

Aku masih punya banyak impian. Aku sering membayangkan aku bisa berjelajah ke setiap daerah Nusantara. Dan aku juga membayangkan aku bekerja sesuai dengan soul ku.. 
I am so trapped..But, i still try to get out from it.

Twenty years from now you will be more disappointed by the things you didn’t do than by the ones you did do. So throw off the bowlines, sail away from the safe harbor. Catch the trade winds in your sails. Explore. Dream. Discover.” — Mark Twain

No comments:

Post a Comment