Wednesday, April 25, 2012

Proses Kedewasaan

Semua itu butuh proses. Demikian juga dengan kedewasaan. Kedewasaan itu bukan karena umur kita yang bertambah dan semakin menua. Bukan. Bukan tentang itu. Dewasa itu adalah sebuah pilihan yang membutuhkan proses yang begitu panjang, sedangkan menjadi tua itu adalah sebuah kepastian yang tidak semua orang bisa menerimanya dengan lapang dada #eh?


Ya, tanpa disadari, setiap hari, jatah kesempatan kita untuk hidup di dunia ini semakin berkurang dan kita semakin didekatkan pada kepastian, menua dan meninggal. Selain itu, kita akan semakin sering menghadapi kompleksitas masalah. Well, analoginya seperti ini; semakin tinggi suatu pohon, akan semakin kencang angin berhembus. Tekanan yang dihadapi pun semakin keras. Dan tak jarang juga kejam.


Kita hidup di dunia yang penuh dengan ketidakpastian. Berbagai macam tipe orang dan segala kompleksitas masalah, menjadikan kita harus bisa berjuang, paling tidak bertahan. Kita harus sadar, bahwa kita ini makhluk sosial. Setiap hari, kita berinteraksi dengan berbagai orang. Setiap interaksi itu pula, pasti akan ada ketidaksepahaman. Well, setidaknya kita tahu kalau setiap orang itu tidak akan ada yang sama. Orang kembar sekalipun pasti akan ada yang beda kan? Nah, dikondisi seperti ini, kedewasaan diperlukan agar setiap interaksi berjalan harmonis, walaupun pada kenyataannya tidak semuanya sesuai dengan yang kita inginkan. At least, kita sudah berusaha, ya kan? :)


Pola pikir seseorang tentang makna dewasa itu juga beda-beda. Setiap orang punya persepsi yang beda dalam mengartikannya. Seperti ini contohnya:





Pujian seseorang itu menyenangkan. Kritikan itu menyebalkan. Pasti. Tapi terkadang kritikan ini yang menjadikan kita intropeksi diri dan bangkit lagi. Saya suka pujian yang tidak berlebihan dan kritikan yang disampaikan dengan cara yang benar. #berharap. :)




Sekali lagi, ini saya lakukan hanya untuk intropeksi diri saya saja. Hope, i can be better by now. :)

2 comments:

  1. yups... tua itu pasti dan dewasa itu adalah pilihan...

    ReplyDelete