Saturday, January 28, 2012

Panduan Penulisan Tugas Akhir

Well, kalo udah menjelang semester akhir begini biasanya para mahasiswa dan mahasiswi pada sibuk ngurus magang en tugas akhir. Termasuk aku. hehe. Dari semester 5 awal aja udah bingung mau magang di mana.Ya itu, saking banyaknya pilihan, jadi galau :P.
So, karena magangnya dijadiin sumber tugas akhir, mau tak mau harus nyambi bikin tugas akhir pas magang, biar gak bolak-balik ntar. hehe. Langsung aja yak, takkasi pedoman penulisan karya tulis yang disusun oleh dosenku sendiri, Pak Solihin. Maaf ya pak, langsung comot tanpa bilang dulu, hehe, tapi udah takkasi sumbernya kok pak, :). 
Langsung capcus ajaahh...:D
Dibawah ini beberapa cuplikan dari teknik penulisan tugas akhir..

TEKNIK PENULISAN TUGAS AKHIR

4.1.  Aturan Umum
Tugas Akhir harus diketik dengan menggunakan komputer. Tugas Akhir yang akan diujikan dibuat rangkap 2 (dua). Akan tetapi, harus selalu mengingat prinsip kejelasan dan keawetan hasil penggandaannya. Hal-hal yang terkait dengan itu, perlu dijelaskan sebagai berikut:
1.    Kertas yang Digunakan
Kertas yang digunakan adalah kertas HVS putih 80gr/m2) dengan ukuran kertas A4 (210 x 297 mm2).
2.    Jenis Huruf
Pengetikan hendaknya menggunakan komputer dengan ukuran empat huruf per cm (atau 12 huruf per inci) atau naskah diketik dengan huruf Times New Roman (12) dan untuk seluruh naskah harus dipakai jenis huruf yang sama.
3.    Batas Tepi Halaman
Di dalam pengetikan naskah Tugas Akhir digunakan aturan berikut ini.
4 cm dari tepi kiri
3 cm dari tepi kanan     
4 cm dari tepi atas
3 cm dari tepi bawah
Semua baris yang dimulai dari batas kiri hendaknya terbentuk garis lurus ke bawah, kecuali pada permulaan alinea yang dimulai pada ketukan keenam. Pemisahan kata pada batas kanan harus selalu menurut aturan pemenggalan kata (menurut aturan EYD).

4.    Ukuran Spasi atau Jarak Baris
Jarak antar baris adalah dua spasi, kecuali pada daftar pustaka, intisari, abstrak, judul tabel, dan judul gambar (satu spasi). Untuk memberikan kesan perpindahan antar bab, subbab, anak-subbab, dan pergantian alinea, diperkenankan dengan spasi khusus.

5.    Cara Penulisan Judul Bab, Subbab, Anak-Subbab
a.         Penulisan judul bab
Judul bab dirulis secara simetris di tengah paling atas dan selalu dimulai pada halaman baru, menggu­nakan huruf kapital, tidak diakhiri dengan tanda titik, dicetak tebal (bold).
b.         Penulisan judul subbab
Judul subbab ditulis mulai pada batas kiri, huruf pertama tiap kata ditulis dengan huruf kapital, tidak diakhiri dengan titik, dan dicetak tebal (bold).
c.         Penulisan judul anak subbab
Penulisan judul anak subbab dimulai pada batas kiri, hanya huruf pertama judul anak subbab dan kata lain yang menurut aturan bahasa harus ditulis de­ngan huruf kapital. Penulisannya tidak diakhiri dengan titik dan dicetak tebal. Kalimat selanjutnya dimulai pada ketukan keenam dari batas kiri (alinea baru).
6.      Pemberian Nomor Halaman
Nomor halaman diletakkan di sudut kanan atas, kira-kira 2,5 cm dari tepi atas kertas. Halaman-halaman dilam bagian awal Tugas Akhir diberi nomor dengan angka Romawi kecil (i, ii, iii, iv, dan seterusnya), ditulis di tengah bawah halaman, kira-kira 2,5 cm dari tepi bawah kertas, dimulai dari halaman judul sebagai halaman pertama (i). Nomor halaman pada bagian utama dan bagian akhir Tugas Akhir diberi nomor dengan menggunakan angka Arab (1, 2, 3, dan seterusnya). Pada halaman setiap bab (BAB I, BAB III, dan seterusnya) pencantuman nomor halamannya diletakkan di kanan bawah, kira-kira 2,5 cm dari tepi bawah kertas.
7.    Penulisan Bilangan
a.    Ditulis dengan kata
Semua bilangan yang dapat dituliskan dengan satu atau dua kata harus ditulis dengan huruf (dua, tiga, lima belas, dua puluh, dan seterusnya), kecuali untuk suatu rincian, misalnya:
Ruangan itu berisi 2 komputer, 1 printer, 3 meja kerja, dan 2 almari.
b.    Ditulis dengan angka
Bilangan yang harus dituliskan dengan angka (jika ditulis dengan huruf lebih dari dua kata) hendaknya jangan diletakkan pada awal kalimat. Hal itu karena permulaan kalimat harus dimulai dengan huruf kapital, contoh:
·      14 judul buku referensi digunakan oleh pemakai setiap hari. (salah)
·      Empat belas buah buku digunakan oleh pemakai setiap hari. (benar)
Apabila menemui kesulitan, misalnya karena kata pertama merupakan angka yang tidak dapat ditulis­kan dengan satu atau dua kata, sebaiknya kalimat diubah sehingga bilangan itu tidak menjadi awal kalimat, contoh:
·      17,5% pemakai perpustakaan tidak mengguna­kan fasilitias peminjaman buku, tetapi hanya menggunakan fasilitas layanan fotokopi.
Kalimat itu dapat diubah menjadi
·      Pemakai perpustakaan yang menggunakan fasili­tas layanan fotokopi sebanyak 17.5% dari jumlah pema­kai.
c.    Tanda desimal
Ditulis dengan koma dan bukan titik (5,50 bukan 5.50). Di depan tanda desimal (tanda koma) harus merupakan angka bulat dan tidak dibenarkan untuk dikosongkan, contoh:
Waktu yang diperlukan untuk pelayanan pinjam buku per pemakai rata-rata 0,50 menit (bukan 0.50 menit), sedangkan untuk pengembalian diperlukan waktu rata-rata 0,75 menit (bukan ,75 menit).
d.    Apabila bilangan desimal ditulis secara berturut-turut, antara satu bilangan dengan bilangan lain dapat dipisahkan dengan tanda baca koma. Tanda baca koma itu jangan sampai mengacaukan dengan tanda koma untuk desimal. Bilangan desimal satu dengan bilangan desimal berikutnya harus diberi jarak satu ketukan. Setelah tanda baca selalu diikuti satu ketukan spasi kosong untuk meneruskan angka berikutnya, contoh:
Derajat kelembaban ruang koleksi berturut-turut adalah 4,5,  5,8,  dan 6,2.
e.    Untuk menyatakan kisaran nilai yang berupa angka dapat digunakan kata atau sampai dengan atau dengan tanda hubung ganda (—).  Contoh:
Waktu yang digunakan untuk membaca antara 8 sampai dengan 10 jam (atau 8—10 jam).
f.     Perkiraan tidak boleh ditulis dengan tanda ±, tetapi ditulis dengan kata, misalnya sekitar.
Contoh:
El Waktu penataan ruangan diperlukan sekitar 7 hari. (bukan ± 7 hari).

1.     Penulisan Satuan
Satuan-satuan yang berupa singkatan, ditulis tanpa diikuti dengan tanda titik, seperti kg bukan kg., cm bukan cm., kw bukan kw., dan seterusnya. Secara internasional, semua satuan mengikuti sistem metrik. Dalam sistem metrik, satuan-satuan seperti Ibs (pounds), feet, inch tidak digunakan, yang harus diubah dalam satuan metrik, misalnya: kg, m, dan cm.

2.     Penulisan Kata Asing
Kata-kata atau istilah bahasa asing (Inggris, Belanda, dsb.) dan kata-kata dari bahasa daerah (Jawa, Sunda, dsb.) atau semua kata yang belum masuk menjadi kosakata bahasa Indonesia ditulis dengan cetak miring (italic), contoh:
a.    Politik devide et impera pernah merajalela di negeri ini.
b.  Kita harus tahu unggah-ungguh yang berlaku bagi masyarakat di Yogyakarta.

4.2 Aturan Khusus
Untuk lebih memudahkan mahasiswa di dalam menyusun Tugas Akhir, berikut ini ada beberapa hal khusus yang perlu dijelaskan pada buku panduan ini, yaitu tentang pembuatan intisari, abstrak, dan kata kunci.
4.2.2 Pembuatan Intisari dan Abstrak
Di dalam intisari dimuat judul Tugas Akhir, nama penyusun. Panjang intisari kurang lebih 350 kata, ditulis dalam satu alinea. Secara umum bahwa isi intisari, antara lain: memuat tujuan punulisan, substansi, dan metode penelitian, yang dilengkapi kesimpulan serta rekomendasi dari hasil pene­litian. Dengan demikian, tidak perlu semua hasil yang diperoleh dalam penelitian/observasi/pengamatan dituangkan di dalam intisari. Pemuatan hasil diutamakan hal yang erat sekali hubungannya dengan judul dan tujuan penelitian/observasi/pengamatan. Apabila memungkinkan, penyusun dapat pula menuliskan saran atau rekomendasi sebagai tindak lanjut dari kesimpulan penelitian/observasi/pengamatan.
Dalam menuliskan metode analisis, penyusun harus mengingat bahwa, penelitian/observasi/pengamatan yang dilakukan sudah selesai. Berikut disampaikan cara menulis metode pada intisari yang sering keliru: Metode bibliometrik digunakan apabila terjadi perbedaan yang nyata. Jika pernyataannya seperti itu berarti bahwa, metode bibliometrik belum tentu akan digunakan. Walaupun dalam usulan penelitian/observasi/pengamatan ditulis bahwa, metode bibliometrik hanya digunakan apabila terjadi perbedaan yang nyata, tetapi karena dalam Tugas Akhir sudah selesai dilakukan, maka penyusun harus tegas menyatakan bahwa, metode bibliometrik digunakan atau tidak digunakan. Selain itu, intisari berkaitan dengan pembuatan abstrak, yaitu dalam abstrak harus ditulis dalam bentuk past tense yang berarti semuanya harus sudah terjadi, karena abstrak merupakan terjemahan intisari ke dalam bahasa Inggris. Oleh karena itu, penerjemahan intisari harus menggunakan bentuk past tense, karena di dalam abstrak penulis mengemukakan sesuatu yang sudah terjadi.
Di bawah baris terakhir intisari dibuatkan kata kunci (key words). Kata kunci bisa terdiri atas beberapa kata (maksimum 6 kata) yang menyatakan ke dalam indeks mana penelitian dapat dimasukkan. Oleh karena itu, kata pertama dari kata kunci lazimnya berupa kata benda. Kata kunci dicantumkan langsung di bawah intisari, yakni di antara tanda kurung dan diletakkan di tengah baris. Setiap kata kunci ditulis dengan huruf kecil (tidak kapital).

4.2.2 Cara Menyitir
Di dalam menyitir pendapat orang lain, nama penulis yang disitir (disitasi) dapat ditulis di permulaan, di te­ngah, atau di akhir kalimat. Penyitiran dilakukan dengan cara cukup menyebutkan nama akhirnya saja (kata terakhir dari nama seseorang). Namun, jika penulisnya dua orang, penyitirannya dilakukan dengan cara menye­butkan kata terakhir dari penulis pertama dan nama ter­akhir penulis kedua; dan jika penulisnya lebih dari dua orang, hanya nama akhir penulis pertama yang dican­tumkan dengan diikuti dengan singkatan dkk. (dan kawan-kawan). Berikut ini adalah beberapa contohnya:
v  Satu penulis: Calvin (1978:34) menyatakan bahwa …
v  Dua penulis: Kebijakan pengembangan koleksi, menurut Othmer dan Fernstrom (1978:23) menghasilkan ...............
v  Atau menurut Othmer dan Fernstrom (1978:23) Kebijakan pengembangan koleksi menghasilkan ...............
v  Lebih dari dua penulis: Pengembangan koleksi harus didasarkan pada kajian pemakai yang tepat sehingga terjadi efesiensi dan tingkat keterpakaian yang tinggi (Meisel dkk., 1976:125).

1.    Penyitiran lebih dari satu karangan
Suatu kalimat sitiran seringkali merupakan suatu rangkuman dari berbagai sumber yang menguraikan hal yang sama (mengandung suatu pengertian sama). Di dalam hal yang seperti itu, pencantuman nama penulis yang satu dengan yang lainnya dipisahkan dengan tar da titik koma (;), contoh:
Sebagaimana dinyatakan oleh Devlin (1982:34); Asdie dan Hardiman (1989:12); dan Basuki (2002:156) bahwa ....
Pada keadaan lain, satu kalimat dapat merupakan rangkuman dari beberapa sumber yang berbeda dengan uraian yang berbeda pula, tetapi mempunyai substansi sama sehingga perlu dirangkum dengan lebih informatif.
2.    Sitasi dari sitasi
Hal ini boleh dilaksanakan apabila terpaksa, misalnya publikasi aslinya sulit sekali untuk ditemukan. Sebelum melakukan sitasi seperti itu hendaknya mahasiswa melakukan konsultasi kepada pembimbing, contoh:
Sebagaimana dinyatakan oleh Hardy (1989) seperti dikutip oleh Astuti (1990:27) bahwa .... Lain halnya dinyatakan oleh Dewi (1989); cat Horst (1990) bahwa ....
Di dalam pelaksanaan penulisan Tugas Akhir, berbagai contoh di atas hendaknya dimanfaatkan sebaik-baiknya. Artinya bahwa, jangan hanya mengacu pada satu macam contoh saja. Kombinasi dari berbagai contoh itu akan menghasilkan tulisan yang lebih baik, lebih bervariasi sehingga tidak membosankan untuk dibaca.

4.2.3 Pembuatan Tabel
Tabel adalah susunan informasi berupa angka-angka, kata-kata, atau kalimat-kalimat pendek yang diatur ke dalam kolom dan baris. Maksud pembuatan tabel adalah untuk menyajikan informasi secara ringkas. Hal itu dilakukan untuk menampilkan berbagai hal yang diperoleh dari berbagai sumber atau meringkas hasil penelitian yang dilakukannya, kemudian disajikan dalam bentuk angka-angka, kata-kata, atau kalimat-kalimat pendek. Kecuali diuraikan dalam bentuk kalimat bahwa, hasil penelitian/observasi/pengamatan itu juga perlu disajikan dalam bentuk tabel sehingga dapat dibaca lebih mudah. Bagi pembaca yang hanya mempunyai waktu singkat, tabel sangat membantu karena memberikan informasi yang lengkap, tetapi dapat dimengerti dalam waktu yang singkat.
1.    Nomor dan judul tabel
Setiap tabel diberi nomor urut tabel dengan angka Arab ( 1, 2, 3) yang ditulis di belakang kata tabel dan diikuti dengan judul tabel tanpa perlu diikuti dengan tanda titik. Setiap kata dari judul tabel diawali dengan huruf kapital, kecuali kata depan atau yang menurut aturan EYD harus ditulis dengan tidak diawali dengan huruf kapital. Nomor tabel dan judul tabel disajikan di tengah halaman (centered). Dan diberikan sumber rujukan yang ditempatkan di bawah tabel dengan font yang lebih kecil dari table, yaitu font  9, contoh:
Tabel 5
Keadaan Koleksi Berdasarkan Klasifikasi dalam
Lima Tahun Terakhir
No. Klas
Tahun
2007
2008
2009
2010
2011
Jumlah
000






100






200






300






400






500






600






700






800






900






Jumlah






Sumber: Perpustakaan Khusus PDII LIPI
Keterangan:                  Klass = Klasifikasi
                                        No     = Nomor

2.    Garis-garis pada tabel
Semua garis pada tabel, termasuk pada judul kolom, atau garis di atas isi tabel, dan garis penutup tabel berupa garis tunggal.
3.    Jarak antara baris-baris dalam tabel
Jarak baris dalam tabel adalah satu spasi. Apabila diperlukan pengelompokan baris, antarbaris dapat dipisahkan dengan spasi yang sedikit lebih besar.
4.    Judul kolom
Judul pada kolom pada setiap kata digunakan dengan huruf kapital, kecuali untuk kata depan (sesuai aturan EYD). Judul pada kolom harus ditulis dengan singkat. Apabila digunakan singkatan, harus diterangkan apa kepanjangannya pada catatan kaki di bawah tabel yang bersangkutan.
5.    Ukuran tabel
Ukuran tabel disesuaikan dengan syarat batas-batas halaman (batas-batas kanan, kiri atas, dan bawah) yang ditentukan. Apabila melebihi batas halaman, tabel dapat diperkecil ukuran hurufnya (font), misalnya menjadi font 11 atau 10 (tidak boleh terlalu kecil). Dalam keadaan terpaksa, yaitu bila tabel terlalu panjang untuk dimuat dalam satu halaman, tabel dapat dilanjutkan dengan tabel lanjutan pada halaman berikutnya. Judul tabel tidak perlu dicantumkan lagi pada halaman berikutnya, cukup dengan kata, misalnya Lanjutan Tabel 12. Akan tetapi, judul-judul pada kolom tetap perlu dicantumkan pada tabel lanjutan.
6.    Posisi tabel
Posisi sebuah tabel harus diusahakan selalu berdiri, yaitu dengan menggunakan posisi potrait (berdiri), tetapi jika terpaksa dapat menggunakan posisi land­scape (melintang). Apabila tabel dengan kertas land­scape, judul tabel (atau bagian atas tabel) berada pada sisi kertas yang dijilid.
7.    Sumber tabel
Apabila suatu tabel tidak menyajikan informasi asli dari penulis, melainkan informasi dikutip dari sumber lain, sumber lain tersebut harus dicantumkan pada catatan kaki tabel yang bersangkutan.

4.2.4 Pembuatan Gambar dan Grafik
Gambar, grafik, foto, dan sejenisnya diberi nomor urut tersendiri dengan angka Arab. Semua gambar dan sejenisnya disebut sebagai gambar dengan diberi nomor (misalnya Gambar 1, Gambar 2 dan seterusnya), kemudian diberi judulnya. Nomor gambar dan judul diletakkan di bawah gambar dan ditulis di tengah-tengah (cen­tered).)

4.2.5 Pembuatan Daftar Pustaka
Daftar pustaka adalah daftar untuk menyajikan semua pustaka yang disitir dalam Tugas Akhir. Hanya pustaka yang disitir dalam Tugas Akhir yang dicantumkan pada daftar pustaka. Penyajian disusun secara sistematik alfabetis, yaitu nama orang (penulis) dibalik (kata terakhir dari nama seseorang diletakkan pada awal), kemudian diurutkan secara alfabetis. Semua gelar akademik yang dimiliki oleh penulis tidak dicantumkan dalam penyusunan daftar pustaka.
Daftar pustaka ditulis dengan satu spasi, tetapi antara satu pustaka dengan pustaka berikutnya diberi jarak dua spasi. Setiap pustaka ditulis dengan urutan nama (yang sudah dibalik), tahun, judul, kota terbit, penerbit atau nama majalah lengkap dengan volume atau edisi/dengan masing-masing menggunakan tanda baca yang sudah ditentukan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada contoh.
Baris pertama untuk setiap pustaka ditulis pada batas kiri halaman, tanpa nomor urut. Baris kedua dan baris seterusnya untuk setiap pustaka diketik masuk ke kanan (indent) sejumlah enam ketukan. Apabila dua pustaka atau lebih ditulis orang atau kelompok orang yang sama, dengan tahun yang sama pula, untuk membedakan dua pustaka atau lebih tersebut, perlu ditandai dengan huruf kecil yang diletakkan langsung melekat di sebelah kanan tahun.
Misalnya:
Huda, Nurul. 2004a. Merancang Perpustakaan Digital Untuk Perpustakaan Perguruan Tinggi. Yogyakarta: Nilai Ilmu.
Huda, Nurul. 2004b. Managemen Pembinaan dan Pengembangan Koleksi. Yogyakarta: Nilai Ilmu.

Cara penulisan daftar pustaka beserta penggunaan tanda baca adalah sebagai berikut:
1.    Pustaka berupa buku
Pustaka yang berupa buku di dalam daftar pustaka ditulis dengan aturan sebagai berikut.
a.    Nama keluarga (last name) pada penulis pertama diletakkan di depan diikuti tanda koma (,) diteruskan nama lengkapnya. Jika penulisnya dua orang, nama pengarang yang kedua tidak mengalami perubahan yang diikuti dengan titik sebelum tahun. Antara nama penulis pertama dan kedua dihubungkan dengan kata dan. Misalnya: Huda, Nurul dan Heru Ramli. 2004. Kebijakan ....
b.    Tahun ditulis lengkap, tidak boleh diputus dan namun diakhiri dengan titik.
c.    Judul buku ditulis dengan huruf pertama pada masing-masing kata dalam judul dengan huruf kapital, kecuali untuk kata-kata depan, dan diketik miring (Italic) misalnya kata dalam, pada, dan, di, dan dari.
d.    Edisi buku yang berbahasa Inggris ditulis dengan menggunakan 1st ed, 2nd ed, 3rd ed, 4th ed, 5th ed, dan seterusnya. Perhatikan bahwa, kedua huruf yang dicantumkan setelah angka yaitu st, nd, rd, dan th tidak diikuti oleh titik; ini sesuai dengan dua huruf akhir kata the first, the second, the third, the fourth, dan seterusnya. Nomor edisi untuk buku berbahasa Indonesia biasanya ditulis sebagai Edisi ke- (diikuti dengan angka Arab).
e.    Penerbit buku dicantumkan setelah kota penerbit yang diikuti dengan titik dua (:), kemudian nama penerbit dan diikuti tanda titik (.).
Misalnya: .... Yogyakarta: Inti Ilmu.
2.    Pustaka berupa majalah
Yang dimaksudkan dengan majalah di sini dapat berupa buletin, jurnal, dan sejenisnya. Penulisanya di dalam daftar pustaka hampir seperti daftar pustaka yang lain, yaitu dimulai dengan penulis artikel (nama penulis dibalik), diikuti tahun terbit, judul karangan, nama majalah (dicetak miring), nomor dan atau edisi majalah.
Misalnya:
Buckland, Michael K. 1991. "Information as Thing". Dalam Journal of the American Society for Information Science, Volume V, Nomor 11.

Dari contoh itu dapat diketahui bahwa, teknis penulisannya adalah sebagai berikut.
a.    Kata terakhir dari nama penulis (jika penulisnya lebih dari satu, maka pada penulis pertama) dile­takkan di depan diikuti tanda koma (,) diteruskan nama lengakapnya (nama penulis dibalik). Jika pe­nulisnya dua orang, nama pengarang yang kedua tidak mengalami perubahan yang diikuti dengan titik sebelum tahun. Antara nama penulis pertama dan kedua dihubungkan dengan kata dan.

Berikut contoh-contoh penulisan Daftar Pustaka:
Sumber dari buku.
Pringgoadisurjo, Luwarsih. 1982. Pedoman Tertib Manulis dan Menerbitkan. Jakarta: Pusat Dokumentasi Ilmiah Nasional LIPI.

Winardi. 1986. Pengantar Metodologi Research. Bandung: P.T. Alumni.
Kerlinger, Fred. N. 1986. Foundations of Behavioral Research. New York: Holt, Rinehart and Winston. Inc.

Sumber dari buku yang berupa kumpulan artikel.
Aminudin (ed.). 1990. Pengembangan Penelitian Kualitatif dalam Bidang Bahasa dan Sastra. Malang: HISKI Komisariat Malang dan YA3.

Sumber artikel dalam Jurnal
Ratnaningsih, 1994. Pendekatan empiris dalam literasi 2.0. Jurnal Kepustakawanan Thn XXIV, No.1: 99– 10.

Sumber dari Majalah atau Koran
Alfian, M.Alfan, 2001, 7 Februari. Makna Manuver Politik TNI. Republika, h. 6.
Sumber berupa terjemahan
Ary, D., L. C. Jacobs, dan A. Razavieh. 1988. Pengantar Penelitian Pendidikan. Terj. Arief Furchan. 1982. Surabaya: Usaha Nasional.


Satu Pengarang

1.    Budiono. 1982. Teori Pertumbuhan Ekonomi. Yogyakarta : Bagian   
              Penerbitan Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada.

2.    Friedman. 1990. M. Capitalism and Freedom. Chicago : University of
             Chicago Press.

Dua Pengarang

1.    Cohen, Moris R., and Ernest Nagel. 1939. An Introduction to Logic and   
               Scientific Method. New york: Harcourt

2.    Nasoetion, A. H., dan Barizi. 1990.  Metode Statistika. Jakarta: PT.
               Gramedia

Tiga Pengarang

1.    Heidjrahman R., Sukanto R., dan  Irawan. 1980. Pengantar Ekonomi
              Perusahaan. Yogyakarta: Bagian penerbitan Fakultas Ekonomi  
              UGM.

2.    Nelson, R.., P. Schultz, and R. Slighton. 1971. Structural change in a
              Developing Economy. Princeton: Princeton University Press.

Lebih dari Tiga Pengarang
1.    Barlow, R. et al. 1966. Economics Behavior of the Affluent. Washington
               D.C.: The Brooking Institution.
2.    Sukanto R. et al. 1982. Business Frocasting. Yogyakarta: Bagian        
                    penerbitan Fakultas Ekonomi UGM.
Pengarang Sama
1.    Djarwanto Ps. 1982. Statistik Sosial Ekonomi. Yogyakarta: Bagian
              penerbitan Fakultas Ekonomi UGM.
2.    ____________. 1982. Pengantar Akuntansi. Yogyakarta: Bagian penerbitan Fakultas Ekonomi UGM.

Tanpa Pengarang 
1.    Author’s Guide. 1975. Englewood Cliffs, N.J. : Prentice Hall.
2.    Interview Manual. 1969. Ann Arbor, MI: Institute for Social Research, Universiy of Michigan.

Buku Terjemahan, Saduran atau Suntingan.
1.    Herman Wibowo (Penterjemah). 1993. Analisa Laporan Keuangan. Jakarta: PT. Erlangga.
2.    Karyadi dan Sri Suwarni (Penyadur). 1978. Marketing Management. Surakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret.

Buku Jurnal atau Buletin
1.    Insukindro dan Aliman, 1999. “Pemilihan dan Bentuk Fungsi Empirik : Studi Kasus Permintaan Uang Kartal Riil di Indonesia”, Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia, Vol. 14, No. 4:49-61.
2.    Granger, C.W.J., 1986. “Developments in the Study of Co-integrated Economic Variables”, Oxford Bulletin of Economics and Statistics, Vol.48 : 215-226.



 Sumber: 

Sholihin, Muhammad. 2011. Panduan Penyusunan Tugas Akhir Program Studi DIII  Perpustakaan Fakultas Ilmu Politik Dan Ilmu Sosial. http://sholihin.staff.uns.ac.id/files/2012/01/TEKNIK-PENULISAN-TUGAS-AKHIR-D-III-PERPUSTAKAAN-UNS.doc. Diakses tanggal 27 Januari 2012


Lebih lengkapnya dapat diunduh dari sini:  teknik penulisan tugas akhir d3 perpustakaan

No comments:

Post a Comment